Halaman Muka
Prie GS Sang Penggoda Indonesia!
Prie GS mengawali kariernya sebagai wartawan di Harian Suara Merdeka Semarang. Tetapi seniman dan budayawan itulah sebutan yang kini melekat kepadanya. Ia pernah memperdalam piano dan gitar klasik. ‘’Musik bukan jalan hidup saya,’’ katanya. Hingga kini ia masih menjadi kartunis dan pernah pamaren di Tokyo Jepang atas undangan The Japan Foundation. ‘’Kartun menjadi rekreasi yang sehat untuk mental saya,’’ katanya. Di Jepang ia sempat berdiskusi satu meja dengan para komikus dan animator top negeri itu.
Menjadi pengamat itulah akhirnya keasyikan orang ini. ‘’Mengamati apa saja. Paling asyik adalah mengamati segenap kelucuan di Indonesia,’’ katanya. Pekerjaan yang kurang jelas itulah akhirnya yang memberi atribut budayawan kepadanya. ‘’Jadi kalau pekerjaan Anda tidak jelas, sebut saja sebagai budayawan,’’ tambahnya sambil tergelak.
Dengan atribut itulah, Prie GS bisa masuk ke segenap wilayah dengan gayanya sendiri. Ia bisa berceramah dengan gembira di depan anak-anak jalanan hingga tampil di hotel-hotel berbintang. Ia pernah diundang oleh FX Hadi Tjokrosusillo dan James Gwee untuk bicara di tengah sekitar pengusaha top Jakarta, diundang ke Mabes Angkatan Laut Cilangkap untuk memberi refleksi sosial di hadapan para jenderal dan para perwira Angkatan Laut. Berbagai institusi besar pernah disambanginya antara lain PT Indofood, PT Telkom, PT Coca-Cola, Indonesai Power, Bank Indonesia, PT PLN, PT Telkomsel, aneka bank, asuransi dll. Ia kini sibuk sebagai pembicara di seminar lintas tema mulai dari politik, kebudayaan, sosial hingga bisnis. ‘’Itulah kenapa saya disebut sebagai budayawan, Ngomong apa saja boleh!’’ katanya. Humor memang soal yang terpisahkan dari tokoh ini. Merenung sambil berhumor itulah yang mewarnai seluruh seminarnya.
Ia lebih suka menyebut kontribusinya itu sebagai refleksi. Refleksi Bersama Prie GS adalah talkshow-nya di SmartFM yang disiarkan di 11 kota di Indonesia setiap jumat malan pukul 119.00 WIB, sebuah talkshow yang oleh pendengarnya disebut sangat mengoda. Untuk itulah sebutan Penggoda Indonesia disematkan kepadanya. Di dalam refleksinya Prie GS bisa bicara apa saja secara mengejutkan untuk soal-soal yang sering banyak kita lupa. Karyanya, Sketsa Indonesia, menggemparkan dunia karikatur radio di Indonesia. Sebuah karya yang membuat hampir seluruh televisi di Indonesia meliriknya, tetapi hingga saat ini belum dilepasnya. ‘’Ia sangat radio. Biarlah ia cuma milik radio,’’ kata Prie GS. Kini ia menetap di kota yang amat dicintainya, Semarang.
Komentar Tamu
Kabar dari Prie GS
Minggu 14 Juli pukul 16.00-17.000 giliran RRI pro 2 Jakarta melakukan wawancara lewat telepon untuk buku saya Hidup Bukan Hanya Urusan Perut. Terimakasih pada Mbak Lia dari Pro 2 host acara ini. Izinkan saya menjawab sebagian SMS yang belum tuntas saya jawab antara lain:
1. Apakah kebiasaan saya memaknai peristiwa sehar-hari itu tidak merepotkan saya sendiri? Jawab saya: tidak! Saya tidak tahu dampaknya bagi orang lain. Tapi untuk saya, kebiasaan itu membawa kegembiraan ekstra. Semakin lebar ruang pandang seseorang atas ebuah objek, semakin banyak pemandangan yang terlihat. Dan ini bagi saya adalah kekayaan.
2. Apakah ini berarti saya sudah terhindar dari rasa sedih?
Jawab saya: juga tidak! Kesedihan dan kejengkelan hati, adalah juga masih makanan saya sehari-hari. Saya tentu tak mungkin mengelak dari semua itu. Yang bisa saya lakukan adalah melihat kejengekelan dan kesedihan itu dari sudutnya yang lengkap sehingga lagi-lagi, ruang pandang saya kepadanya menjadi berjarak. Dan ini memudahkan saya untuk melakukan reaksi yang lebih rangkap dari sekadar marah dan sakit hati.
3. Untuk SMS lain saya kira tak seluruhnya bisa saya tuntaskan satu persatu. Terimakasih.
Salam.
Kabar dari Prie GS:
Undangan bedah buku di Jakarta Book Fair 6 Juli lalu ternyata bukan untuk novel IPUNG, melainkan untuk buku saya yang lain: The Great Spirit. Saya minta maaf atas salah paham ini. Tetapi yang penting, saya telah ketemu dengan banyak sahabat, bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak muda. Pak Awod yang memoderatori saya dengan bergairah, Mas Tommy sang Bos yang menemani saya hingga akhir, Mbak Hanik seksi sibuk dan Mas Nasir yang mengantar jemput saya ke bandara dengan tabah. Pesawat saya yang delayed tidak membuat pejuang ini mengeluh terpanggang di bandara berjam-jam. Tetapi selang hari berikutnya, RRI (progama 3) Jakarta menelepon, mengajak bedah IPUNG lewat telpon jam 23.00. Mbak Wenny dari RRI Jakarta, terimakasih atas aprsesiasi Anda pada IPUNG (anda pinjam atau beli ya?. hebat juga RRI ini, pendengar Anda begitu luas, Cirebon, Pontianak, Balikpapan, Singapura… do malam larut pula! Malam itu mestinya saya sudah penat berat menjawab wawancara telpon Anda. Tetapi interakasi lintas pulau itu mengembalikan semangat saya.
Terimakasih dan salam!
Jawaban Prie GS
Mama Akar Angin!
Wah HP baru pilihan anak saya itu bikin repot juga. Maaf jadi agak ribet bales SMS dan banyak SMS jadi numpuk karena untuk bales satu saja butuh berkeringat dulu milih-milih tombol.
Kabar lain untuk teman-teman semua:
1. Tgl 1 Agutus saya ke Medan untuk Dies Natalis MetroSkill
2. 17 Agustus (tentative) saya ke Balik Papan untuk Tribun Kaltim
3. Tgl 9 September ke Makassar untuk ceramah Ramadhan.
Salam:
Prie GS
Mas Prie, semoga bedah novel IPUNG di Jakarta Book Fair lancar, aman dan terkendali. Kok jadwalnya bareng dengan hari ulangtahun saya ya?
Oya, sudah mahir mengoperasikan telephone genggamnya?
iki ora ngece lho Mas…
Kabar dari Prie GS:
Yth Teman dan seluruh Sahabat!
Jadwal bedah novel IPUNG oleh penerbit Republika telah positif, yakni 6 Juli pukul 16.00-18.00 di Jakarta Book Fair, Senayan. Tetapi saya sudah meminta izin panitia untuk berdiskusi hingga pukul 17.00 saja karena harus mengejar pesawat ke Semarang. Esok harinya, pagi-pagi sekali saya harus melunasi kesanggupan lama saya yakni ke Pekalongan, kalau tidak salah bersama Mas Imam Prasojo dalam rangka Refleksi Kinerja Walikota Pekalongan.
Mohon doa senantiasa dan salam hormat:
Prie GS
Kabar dari Prie GS:
Untuk para sahabat di Makassar, jadwal terdekat saya di Makassar baru 9 September mendatang, untuk acara Ramadhan(Aduh… masih lama banget ya!)
Untuk teman-teman Cirebon, dalam waktu dekat (semoga Juli ini) saya insyaAllah akan diundang ke Pesantren Buntet Cirebon, berhadapan dengan para santri setara SMP-SMA. Pesantren ini sudah lama saya kagumi nama besarnya. Terimakasih!
Kabar dari Prie GS:
untuk teman-teman di Jakarta, jadwal terdekat saya ke Jakarta sementara ini adalah:
1. Bedah Novel Ipung di Book Fair Senayan (akhir Juli, tanggal masih negosiasi)
2. 15 Juli Launching Album Lita BM di Komnas HAM. Lita adalah putri seorang target penembakan misterius yang merepresentasikan perasaannya lewat album ini.
3. 26 Juli, ceramah inspirasi untuk Prudential.
Terimakasih.
Jawaban Prie GS:
Mama Akar Angin!
Bersama Coca Cola saya berceramah untuk fresh graduate di tiga kota. Di UGM, saat kamu datang dengan jagoan kecilmu itu (Gading namanya?) adalah putaran kedua, di sambung UNS, Solo, dua hari berikutnya. Saya selalu bergairah ketemu anak-anak muda seperti itu. Kamu bisa melihat sendiri, betapa anak-anak itu haus diskusi, haus penjelasan, serba ingin tahu, tetapi tampak selalu ada yang ”gelap” pada diri mereka. Yang aku maksud gelap itu adalah sebuah tahapan wajar yang harus dilalui seluruh dari kita. Etape gelap itu muncul sambung-menyambung. Ketika naik perjalanan seseorang, ia akan menjumpai etape gelap yang baru. Jadi untuk beberapa alasan, kegelapan itu sah dan sehat-sehat saja. Tetapi kegelapan anak-anak muda itu sungguh mengoda saya untuk
menjadi teman mereka. Maka kepada mereka, saya beri nomor HP secara terbuka. Biarkan mereka menelpon saya sebebas yang mereka suka. Menemani mereka untuk mengapresiasi hidup yang masih penuh cabang adalah keasyikan saya.
Salam untuk keluargamu ya!
Mas Prie, terimakasih ya tumpangan mobilnya. Jarak antara Graha sampai fakultas Kehutanan memang nggak terlalu jauh, tapi saya merasa jauh nian. karena saya grogi berat, harus duduk berdampingan di samping Mas. Kalau Panjenengan jeli sebenarnya diamnya Gading itu karena ada tranfer energi grogi dari ibunya..hahaha.
Ass Mas Prie yang baik. Kenalkan namaQ Irfan. Tolong beri aq motivasi agar bisa memandanng diri sendiri secara poisitif. Saya tahu HP Mas Prie dari Novel Ipung. Terimakasih.
Irfan 081399700750
Jawaban Prie GS
Irfan terimakasih. Ipung 2 Juni ini terbit, dan Juli nanti, Republika mengajak bedah Novel IPung 1 di sebuah book fair di Jakarta. Oya, soal memandang diri secara positif segera saja kamu lakukan. Karena apa yang kita capai hari ini, baik yang positif dan yang negatif, cuma hasil dari blueprint cara pandang kita. Begitu mikirmu, begitu nasibmu. Maka mikir yang hebat-hebat saja. Mikir jorok seperlunya saja. Mulai hari ini, coba hargailah jantungmu, kakimu, matamu, paru-paru,pencernaanmu. Ia bekerja keras untukmu, tetapi kapan kamu berterimakasih kepadanya? Mulai dari itu saja. Nanti yang lain ngikut sendirinya. Semoga bermanfaat.
Salam!
Assalamualaikum, maaf menggganggu Mas Prie, numpang tanya, pacaran itu perlu tidak? Kenapa dalam waktu bersamaan kebijaksanaan tak bisa bisa disatukan dengan cinta?
Duo-Maria 0864531942
Jawaban Prie GS:
Wallaikumsalam!
Tidak ada yang tidak berguna di duni, termasuk pacaran. Maka pacaranlah. Saya sendiri pacaran sudah mulai kelas Dua SD, pacar saya kelas satu waktu itu.Indah sekali! Cukup berpapasan jalan saja tegangnya seperti mau mati. Perasaan seperti itulah yang memuat saya jadi rajin menulis, rajin melamun dan akhirnya jadi kacau seperti ini!
Kenapa cinta dan kebijaksanaan sulit bersatu (wah bagus sekali pertanyaanmu!) ya pasti karena cinta itu sendiri belum menjadi bijaksana. Cinta saya dengan istri saat ini pasti cinta yang bijaksana karena saya gembira ketika ada siapa saja yang memandangnya. Saya gembira jika rezeki yang saya miliki, orang lain ikut menikmatinya. Dalam batas tertentu, pasti.
Salam ya!
Ya…ya…Om prie trimakasih jawabannya
InsyaAllah September saya dah lulus
Sabtu ini 31 mie saya seminar/sidang Laporan Tugas Akhir, trus nunggu giliran ke Studio Tugas Akhir 1 bulan lamanya sambil memperbaiki Laporan Tugas Akhir jika ada masukan dari dosen didalam seminar/sidang td. trus masuk studio tugas akhir 2 bulan lamanya…..hiksx3….
Penuh perjuangan memang Om….
Doakan ya Om…
Saya tunggu di Banjarmasin
by Tri “PRI” yono
Arsitektur 03 UNLAM
Banjarmasin
Jawaban Prie GS (untuk Tri Prioyono)
Semoga baik keadaanmu. Kapan kamu lulus?
Saya baru saja pulang dari Palembang, bicara di depan guru-guru di sebuah atrium mall. Berisik sekali suasana mall itu. Apaboleh buat, itu pasar, bukan tempat diskusi. Tetapi tempat itulah yang berjasa membuat saya bisa bicara di hadapan profesi yang saya kagumi itu. Guru SD, SPM, SMA di Palembang. Aduh, mata-mata mereka itu, mata yang amat butuh diskusi. Sayang saya tidak bsia mampir ke rumah mereka satu persatu, untuk bercengkerama semalam suntuk, tentang dunia pendidikan, tentang mencintai murid, dan tentang bagaimana agar dicintai murid. Pendidikan yang penuh cinta, adalah pendidikan yang penuh hulu ledak. Di tempat yang sama sekali tidak a enak berdiskusi itulah tempat yang berjasa menyatukan kami. Tri, itulah inti jawabanku atas pertanyaanmu. Sayang saya belum ada jadwal lagi ke Banjarmasin ketemu kamu. InsyaAllah 1 Juni saya baru ke Balik Papan bareng Andrie Wogso dan Tommy Siawira. Ketemu pelajar dan mahasiswa.
Salam!
Assalamualaikum, wr.wb
Salam jumpa lg Om prie
gmn nie kbrnya Om???saya baru online lg nie krn belakangan ini sibuk ngurus tugas akhir saya…..melelahakan memang
O…iya Om prie, kemaren saya dengerin refleksi mlam jumat membahas ttg buruk sangka. Menurut Om prie, apa batasan buruk sangka ama tindakan antisipasi
Terimakasih Om prie, salam buat keluarga dan khususnya tante santi.
by Tri “PRI” yono
Arsitektur 03 UNLAM
Banjarmasin
Jawaban Prie GS (untuk Ihza)
Saya memang agak geli melihat anak-anak itu. Eh, ternyata itu para jagoanmu. Haha… dari geraknya, akan jadi orang hebat itu. Saya malah amat menikmatinya Tidak ada yang tidak indah sepanjang melihat anak-anak. Ketika melihat ekspresi mereka, saya malah lebih tertarik melihat mereka katimbng berceramah.
Assalamu’alaikum pak prie…
Tadi malam saat bapak jadi pembicara di htl Candi, saya sebenarnya mau minta maaf karena ada bocah kecil bule yang asik berlari2 didepan pak prie….itu anak saya pak Prie…heheh
Maaf yaaaa?…. like mother like son…hehehe
Tapikan pak prie yang bilang di depan forum, justru jangan sekali2 larang2 anak untuk berekspresi, karena membiarkan mereka “bebas” sama artinya membuat mereka lebih percaya diri… maturnuwun pak prie atas pencerahannya… Wassalam
Izha yusmal, TDAS
http://izhayusmal.wordpress.com
PS.foto pak prie ada di blog saya lo…
Jawaban Prie GS (untuk Kermit)
Kermit, terimakasih emailmu. Naa, kebingunganmu sama dengan kebingunganku. Hampir seluruh calon gubernur dan calon wakil Gubernur itu adalah orang-orang yang dekat sebagai sahabat sejak lama jauh sebelum mereka berpolitik. Ya semacam kakak-kakak pergaulan begitulah. Saya menyayangi mereka hampir semuanya karena saya mengerti kekurangannya sekaligus kelebihannya. Jadi siapapun pilihamu, jatuhmu tetap memilih salah seroang di antara sahabatku. Jadi nikmati saja. Aku sendiri juga belum memutuskan hendak menyoblos siapa. Karena melihat pihak yang kalah, selalu membuatku tidak tega apalagi dia sahabat sendiri. Tetapi hidup harus memmbuat keputusan bukan? Inilah celakanya hehehe…
Salam:
Eh.. mas Pri, Jawa Tengah kan sebentar lagi mau ada pilgub. Ada lima orang cagub yang tampil. Tapi empat diantaranya sudah pasti tidak akan saya pilih. Hanya saja satu yang terakhir saya tidak tahu karakter orangnya. Dan sepertinya mas Pri tahu tentang calon tsb. Karena dia pernah ngeslepi duit di kantongnya mas Pri (ini mas Pri sendiri lho yang cerita). Kira-kira gimana mas, layak dipilih nggak?
nek njenengan bilang layak, tak coblos. nek njenengan bilang tidak layak, aku ora nyoblos.
Jawaban Prie GS (untuk Mas David)
Terimakasih atas kepedulian Anda merawat buku-buku saya. Maklum, buku-buku itu ditulis dengan keringat dan air mata, maka memang layak jika menimbulkan cinta sesama hehehe…
Salam saya Mas David!
salam mas Prie, Apah Kabar.
Dirasa rasakan, tulisan dan refleksi anda ini mengandung racun yang membahayakan bagi sebagian orang yang tak mampu memenuhi hasrat rasa adiksi yang mana mereka pernah menikmati product sampean ini hehhe.
akhir akhir ini, giliran tak sengaja melihat gambar wajah Mas Prie dipajang direntetan toko buku, ko bagi saya rasanya tersiksa jika barang itu tak masuk ke kamar saya:).trus piye mas prie,nek keterusan iki?.
entah langsung dibaca atau tidak dalam pikiran saya….suatu saat buku yang akan saya beli ini akan mengisi waktu saya ketika waktu luang nanti.”2 cd audio,Nama Tuhan di Sebuah Kuis,Merenung Sampai Mati, Hidup Bukan Urusan Perut, yang satu lagi lupa karena memang belum saya buka plastiknya hehhe.Tapi karena saya tidak suka Novel,ntah kenapa 1 Novel yang Dikarang Mas Prie itu sempat saya pegang Meskipun tidak sampai Menjadi Calon Pemuas Hasrat saya. Saya senang seandainya Audio dari semua Seri refleksi Mas prie juga tersedia untuk saya.
Kalau orang sudah merasa Adiksi,alias kecanduan trus piye mas?Mas pri seneng ya?hehehe
Terima Kasih
Jawaban Prie GS (untuk Bayu)
Bayu, wah ketemu juga akhirnya kita ya! Sayang malam itu waktu kita terbatas. Itulah kelemahanku, mudah sekali sok akrap. Setiap ketemu orang, rasanya ingin jadi saudaraaaa melulu (nafsu ya!). Katanya mau kawin? Semoga makin melengkapi kebahagiannmu!
Salam
Sugeng Dalu Mas Prie.
Akhirnya saya bisa bertemu mas prie, meski keinginan untuk ngobrol lebih lama blom terlaksana lantaran waktu pestipal yang cukup sempit dan kondisi yang ada.
Matur nuwun atas kehangatan jabat tangan mas prie, seolah kita sudah kenal lama.
Matur nuwun,
Mugi Gusti tansah paring Rahmat lan hidayaipun tumrap kita sedaya.
Amien
Jawaban {Prie GS (untuk Ihza Usmal)
Hehehe… iya nih terbukti kalau kamu perempuan ya Ihza. Cantik pula!
Ya sudah. Tak perlu dibuktikan lebih jauh!
Salam!
Assalamu’alaikum, pak Prie….
Akhirnya bisa ketemu juga di Pestipal Angkringan kemarin…
dan sekaligus pembuktian identitas diri sebagai seorang perempuan…heheh. Semoga bisa ketemu lagi dilain waktu.
Wassalam, Izha Yusmal
Jawaban Prie GS (untuk Habibah)
Walaikumsalam Habibah. Namamu bagus sekali ya? Jadi ingat putri sulung saya namanya Suha Aisyah. Ia kelas satu SMP. Seumur adikmu kali ya!
Sayang kamu tidak menyebut kotamu. Novel saya, memang baru satu, ya IPUNG itu. Itupun sebetulnya novel lama. Memang ada satu lagi, novel lama juga, judulnya Ayunda. Sudah pernah diterbitkan, tetapi saya tidak yakin ia mudah ditemui di toko buku karena suatu alasan. Saya memang sedang kepikiran apakah Ayunda ini nanti juga akan terbit dalam kemasan baru. Saya akan minta pendapat Ustad Anif dulu (adiknya Kang Abik) karena memang beliaulah kurator buku-buku saya. IPUNG ini mestinya mestinya sudah tak keurus. Tetapi ustad Anif mengemasnya dan mengemasnya terus, hinggga jadilah ia Novel yang membuat Habibah jatuh cinta pada IPUNG hehehe…
InsyaAllah IPUNG 2 menyusul. Sudah rampung ngetiknya kok. IPUNG sementara pisah dari Paulin yang dipaksa Papi sekolah ke luar negeri.
Salam untuk keluarga ya!
Jawaban Prie GS (untuk Habibah)
Walaikumsalam Habibah. Namamu bagus sekali ya? Jadi ingat putri sulung saya namanya Suha Aisyah. Ia kelas satu SMP. Seumur adikmu kali ya!
Sayang kamu tidak menyebut kotamu. Novel saya, memang baru satu, ya IPUNG itu. Itupun sebetulnya novel lama. Memang ada satu lagi, novel lama juga, judulnya Ayunda. Sudah pernah diterbitkan, tetapi saya tidak yakin ia mudah ditemui di toko buku karena suatu alasan. Saya memang sedang kepikiran apakah Ayunda ini nanti juga akan terbit dalam kemasan baru. Saya akan minta pendapat Ustad Anif dulu (adiknya Kang Abik) karena memang beliaulah kurator buku-buku saya. IPUNG ini mestinya mestinya sudah tak keurus. Tetapi ustad Anif mengemasnya dan mengemasnya terus, hinggga jadilah ia Novel yang membuat Habibah jatuh cinta pada IPUNG hehehe…
InsyaAllah IPUNG 2 menyusul. Sudah rampung ngetiknya kok. IPUNG sementara pisah dari Paulin yang dipaksa Papi sekolah ke luar negeri.
Assalamualaikum, salam kenal Mas Prie. Nama saya Habibah. Saya jatuh cinta dengan IPUNG. Sayang sekali susah mencari novel Mas Prie yang lain. Mas Prie bisa rekomendasi toko buku yang punya ready stock? Oya, emailnya Mas Prie sering dibuka nggak?
Habibah (kota?) 085226021051
Jawaban Prie GS (untuk Lia Ciamis:
Walaikumsalam Lia.
Senang menerima SMS mu dan izinkan saya menjawabnya lewat ruangan ini saja. Sekalian kepada para pengirim SMS untuk novel IPUNG dan The Great Spirit saya minta izin untuk memuatnya di web ini dan memuatnya juga di novel dan buku kedua nanti.
Lia, terimakasih doanya agar IPUNG nanti bisa difilmkan. Syukur-syukur nanti sutradara idola saya, Francis Copolla mau menyutradarai novel ini. Kalau beliau bersedia, saya ingin agar aktor Marlon Brando jadi papinya Paulin. Pasti keren abis. Sayang saya tak punya nomor HP Copola (hahaha… kalau mimpi yang sekalian ya!)
Tapi bener, pendekatan Francis Copolla amat saya saya sukai. Godfather adalah novel dan buku yang saya baca dan tonton berkali-kali untuk beberapa alasan.
Assalanualaikum Mas Prie, saya Lia dari Ciamis hanya ingin silaturahmi. Novelnya, IPUNG, bagus buanget. Sangat n bener-bener memotivasi cita-cita Lia. Kalau dibuat film pasti bagus. Ditunggu IPUNG berikutnya n terimakasih.
Lia (Ciamis) 081908984844
Jawaban Prie GS (untuk Ali)
Jadilah pendengar bagi siapapun yang sedang butuh didengarkan. Itu saja hehehe…
ASSALAMUALAiKUM WR. WB.??
Mudah2an Kesehatan dan Keselamatan senantiasa dilimpahkan kepada Mas Prie dan semua anggota Keluarga Mas Prie, AMiN.
Mas Prie, beberapa waktu yang lalu ada seorang teman dekat saya yang datang kepadaku. Ia kemudian menceritakan beban dan masalah hidupnya. Sangat pelik dan berliku memang. Ia memang butuh seseorang yang bisa memberikannya jawaban sederhana dan mudah dicerna tapi dapat membuka kembali pikiran sehatnya yang sempat terkekang karena masalah dan beban hidupnya tadi. Ia meminta saya memberikan jawaban yang ia maksud, tetapi saya memilih untuk membicarakan hal-hal yang lainnya. Yang tidak ada hubungannya dengan masalah ia tadi. Dengan maksud untuk menghiburnya dan segera melupakan masalahnya tadi. Tapi sebenarnya masalahnya masih tetaplah sebuah batu es dan belum juga mencair. Bukannya dicarikan solusi malahan kita membicarakan hal yang lainnya. Saya kasihan juga sama dia. Sebenarnya saya punya sedikit solusi motivatif untuk dia tapi saat2 ini saya sedang bimbang untuk memanfaatkannya karena saya sendiri takut belum atau tidak bisa mengimplementasikannya. Kadang saya malu belum bisa membiasakannnya terlebih dahulu.
Menurut Mas Prie, dilema saya ini baiknya saya sikapi seperti apa ya Mas?
Mas, sebelumnya saya minta maaf karena saya keseringan bertanya sama Mas. Bukannya keseringan ngirim makanan atau bingkisan kek untuk Mas Prie, hehehehhehe..
Untuk saat ini saya bisanya cuman kirimin doa untuk Mas Prie dan Keluarganya saja, AMiN.
Terimakasih lagi sebelumnya Mas.
Jawaban Prie GS (untuk Mas Edi Palembang)
Mas Edi, wah SMS Anda panjang sekali. Karena HP saya masih jadul, maka terpaksa saya jawab lewat ruangan ini saja. Apa kabar Palembang? Oya, insyaAllah tangal 16 Mei saya akan datang ke kota Anda untuk bicara di tengah murid dan para pendidik di sebuah Mall yang saya belum tahu apa namanya. Semoga kita bisa ketemu ya Mas Edi. Ok, berikut adalah jawaban saya:
1. IPUNG memang tidak dipersepsikan sebagai novel pada awalnya. Ia adalah cerita bersambung di Koran saya dulu (Suara Merdeka) sehingga ia lebih layak sebagai cerita serial. Satu tema, satau bahasan dan selesai. Ketika ia dibukukan baru tampak kejanggalan yang seperti Mas Edi Rasakan. Tetapi melihat respon IPUNG yang baik, karya ini ”terpaksa” saya lanjutkan. Di IPUNG 2, kejanggalan seperti itu mulai agak berkurang dan wajah novelnya akan lebih kelihatan. Semoga bulan depan novel ini sudah masuk pasaran. Maklum kuratornya adalah Ustad Anif Sirsaeba yang sekarang sedang sibuk menemani sang Kakak, Habiburrahman El Shirazy (Penulis Ayat-Ayat Cinta) ke Mesir dan Tunisia demi riset untuk film Ketika Cinta Bertasbih.
2. IPUNG juga akan melebar ke kehidupan di luar sekolah agar lebih kaya cerita, karena novel ini akan diproyeksikan sebagai novel motivasional untuk semua kalangan, tidak cuma remaja.
3. Mas Edi, saya sendiri bukan seorang sarjana. Saya memang kuliah di banayk universitas tetapi tidak lulus semua. Jika situasi Anda seperti saya, gembira saja. Baca apa saja, nanti kita akan menjadi profesor tanpa terasa.
4. Saya menganjurkan Anda memperluas minat bacaan, sebagai pelengkap novel sastra sangat saya anjurkan dan nani lihat perubahan apa yang akan terjadi dalam hidup Anda.
Salam:
Prie GS
Mas Prie, senang dapat bersilaturahmi pada Anda. Saya Edi (Palembang), Mas Prie saya suka dengan novel IPUNG-nya, saya akui novel itu cukup menggugah. Namun di sini sebagai orang awam saya melihat cara Mas Prie itu berhenti dari satu alinea (tema) ke alinea (tema) yang lain seperti melompat tanpa menyelesaikan bahasan yang ingin disampaikan, di sini saya sebagai pembaca merasa kurang dipuaskan dan terasa janggal. Terus satu lagi mas Prie, tolong di novel selanjutnya permasalahan yang dibahas dan yang ingin disampaikan tidak hanya seputaran ruang lngkup sekolahan saja. Mas Prie kalau boleh minta masukan, saya selaku orang yang tidak sempat duduk di bangku kuliah, bagaimmana caranya agar dapat merespon masalah-masalah di sekitar saya dengan jiwa seni dan buku-buku apa saja yang dapat digunakan sebagai panduan agar dapat berpikir seperti seornag budayawan. Terimakasih Mas Prie sudah membaca SMS ini dan bila ada kata-kata saya yang menyinggung tolong dimaafkan. dan sarannya ditunggu.
Edi: HP 081367719992
Sugeng Enjing mas Prie……, salam dari China…
Mas kapan mau nulis di milist Akar Rumput akarrumput@yahoogroups.com yang di founderi oleh pak Harmanto, kalau di http://www.akarrumput.com sih sudah ada tulisannya mas Prie…
Ditunggu yah mas…., kangen nih sama tulisannya mas Prie…di milist Akar Rumput yang bernafaskan 3G (Guyon, Guyup dan Gayeng)…
Sugeng Enjing mas Prie…..
Mas kapan mau nulis di milist Akar Rumput akarrumput@yahoogroups.com yang di founderi oleh pak Harmanto, kalau di http://www.akarrumput.com sih sudah ada tulisannya mas Prie…
Ditunggu yah mas…., kangen nih sama tulisannya mas Prie…di milist Akar Rumput yang bernafaskan 3G (Guyon, Guyup dan Gayeng)…
Jawaban Prie GS (untuk Lukman Arifin)
Mas Lukman , saya juga bangga mendapat sahabat Anda. Semoga nanti suatu saat kita ketemu. Salam untuk keluarga di Padang.
Aswb.
Mas saya pdgr setia refleksi di smart fm,
Bangga saya bisa belajar dengan anda, walau anda tak kenal saya ..
wasalam
Sang Pemula
Lukman arifin
Padang
Jawaban Prie GS (untuk Ali)
Ali, di dunia ini tak ada orang yang benar-benar kesepian dan tanpa pendukung. Penjahat pun punya pengikut, apalagi kamu. Jadi bergeraklah maka pendukung itu akan datang dengan sendirinya dan ia tak harus datang dari keluarga. Jika kami merasa keluarga tak mendukung, cuek saja. Anggap saja seluruh alam semesta jadi suportermu hehee…
Menurut Mas, gimana kalau “Kegelisahan” itu tidak mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekatnya, seperti Keluarganya sendiri??
Malah keluarganya sendiri yang memaksa dirinya untuk tidak Memelihara Kegelisahan tersebut!
“tidak usah pikirkan orang lain, pikirkan diri sendiri aja”
“jaman sekarang lebih baik cari amannya saja”
“jangan berangan-angan nanti kamu bisa gila”
Berikut diatas sedikit doktrin keluarganya yang Anti-Kegelisahan tersebut.
Sebenarnya dia juga sudah mulai kurang nyaman dengan Kegelisahan tersebut karena ia merasa Kegelisahan tersebut tidak sesuai lagi dengan lingkungannya, kebutuhan hidupnya, zamannya tapi Kegelisahan itu tetap saja datang, dan datang, dan datang lagi…
Seolah-olah ia (kegelisahan) ingin mendarah daging !!!
Menurut Mas, dia harus bagaimana menyikapi Kegelisahan tersebut dengan keadaannya yang seperti itu???
Terimakasih lagi sebelumnya Mas.
Jawaban Prie GS (untuk Ali)
Walaikumsalam wr.wb.
Di dalam diri orang besar selalu terdapat ”kelenjar” penghasil rasa gelisah. Orang seperti ini akan bergerak terus tak peduli apakah esok hari langit akan runtuh. Penyulutnya bisa bisa macam-macam Tetapi mau disulut mau tidak, orang ini memang akan selalu tersulut. Itulah kenapa popularitas mereka tak bisa dicegah, kebesaran meraka tak bisa dicegah, dan keberuntungan mereka tak bisa dicegah. Jika ingin meniru mereka cukup dengan cara menghidupkan ”kelenjar” gelisah ini saja.
salam!
ASSALAMUALAiKUM WR. WB. Mas Gammara??
wah tampilan webnya baru ya Mas, kliatan lebih elegan neh.
lama juga gak mampir di web Mas tapi pas mampir lagi ternyata ada Perubahan, it makes me more interest, Mas.
ngomong2 about Change,
menurut Mas, Orang-orang Besar yang tercatat dalam Sejarah telah Berhasil atau pun sekedar Berusaha untuk membuat sebuah Perubahan di dasari atas apa ya Mas??
Faktor Utama yang membuat mereka Berani dan Konsisten mempertahankan Semangat Perubahannya kira2 apa ya Mas???
Terimakasih Sebelumnya Mas.
Kabar saya baik mas Prie, semoga mas Prie juga baik. Terimakasih mas untuk segala nasihatnya, Insya Allah saya jalani, mudah-mudahan saya bisa mempercepat untuk meyerap hal-hal yang positif di China. Salam dari keluarga.
Jawaban untuk Prie GS (untuk Mas Adib).
Mas Adib, apa kabar China?
Rampungkan seluruh daya serap Anda lalu cepat pulang. Adopsi seluruh kebaikan negeri itu dan tularkan kepada Indonesia. Memang, China bukan sleuruhnya betisi kesempurnaan. Persoalan Tibet, bagi China serupa kerikil dalam sepatu. Tetapi mari kita berjanji, untuk menjadi pemungut, cuma kebaikan-kebaikannya saja,di mana pun kita berada. Salam untuk anak dan istri!
Mas Prie, saya tunggu loh tulisan-tulisannya mas Prie GS di http://www.akarrumput.com, sukses selalu untuk mas Prie GS, salam dari China
Kabar dari Prie GS
Beberapa waktu lalu HP saya berdering.
”Saya skretarisnya Pak Bambang. Mau kirim buku. Bapak adalah penggemar Anda. Ke manakah?” katanya. Kata penggemar itu terpaksa ikut saya tulis, karena saya kenyang diledek dengan cara serupa oleh teman-teman dekat saya.
Bambang? Ada ribuan Bambang di Indonesia ini. Ada beberapa di antaranya teman saya yang langsung muncul dalam benak. Ada Bambang Raya yang mantan anggota MPR yang saya memang bershabat baik dengannya. Ada Bambang Sadono yang calon gubernur Jawa Tengah itu. Hubungan kami malah seperti kakak dan adik belaka. Sampai hari ini, ia malah masih suka memberi saya uang dengan cara memasukkannya langsung di saku baju saya. Ini adalah kebiasaan dia sebagai kakak pergaulan sejak dulu. Saya pasti menyukainya walau sebenarnya… saya pasti tidak lagi semiskin dulu hahaha!
Dua Bambang yang saya sebut di atasa ternyata keliru, karena Bambang pengirim buku ini adalah Bambang yang lain yang tidak pernah saya bayangkan: Bambang Ismawan. Astaga, tokoh ini mengirim buku untuk saya! Kami tidak kenal secara pribadi. Bahwa saya mengenalnya, itu pasti. Tetapi beliau
mengenal saya, itu ajaib, walau mungkin. Tapi bukan soal kenal dan tidak kenal yang ingin hendak saya tekankan. Melainkan karena sejak lama saya mengaggumi tokoh ini.
Ini tokoh luar biasa penting di Indonesia menyangkut pemberdayaan rakyat kecil denga petani sebagai core-problem-nya. Inilah tokoh di balik seruan Cimanggis yang terkenal itu. Pendiri LSM Legendaris Bina Swadaya dan pendiri Majalah Trubus yang mengagumkan itu. Oo, Pak Bambang sedang ulang tahun ke 70. Dua buku terbit untuk perayaan ini, dan saya dikiriminya. Buku itu langusng saya lahap dengan kesurupan. Aduh rakyat miskin
di Indoensia, aduh pertanian yang begitu menggairahkan tetapi terancam menjadi aset yang macet dan percuma… Pak Bambang, panjang umur, agar pekerjaan rumah ini tidak terbengkelai sedemikian rupa.
Kebetulan waktu buku itu saya baca, saya sedang merampungkan proyek novel saya; Ipung seri 2 yang kini siap dicetak oleh Republika. Petualangan Pak Bambang di duinia pertanian itu hampir mebelokkan plot novel ini ke sebuah petualangan yang lain. Ipung, tokoh novel itu, rasanya ingin segera masuk ke hutan-hutan di Jawa, Kalimantan dna Sumatera untuk ikut Pak Bambang bersentuhan dengan tanah, semak dan pepohonan.
Pak Bambang yang tinggi besar, yang kewibawaannya jelas terpanacar dari seluruh bahasa tubuhnya, saya bahagia menerima kiriman buku Anda. Tulisan ini sebagai ungkapan kebahagiaan saya, tak peduli apakah Anda membacanya atau tidak!
Salam hormat!
No worry, pak prie… anda adalah orang pertama yang manggil saya “mas”….selebihnya, 19 orang yang lain manggil saya “pak”… heheheh
salam
izha yusmal
Jawaban Prie GS (untuk Ihza)
Astaga! Kamu ini cewek to Ihza hahaha…. Lain kali jenis kelamin harus dicantumkan ah. Kan jadi malu jadinya.
Tapi terimakasih ya atensimu.
hihihi…pak prie yang masih pusing sepanggung dengan reza… saya yakin, walaupun teler, isi ceramah pak prie pasti gak jauh dari gelak tawa…karena saya sudah lihat aksi pak prie di depan gramedia pandanaran semarang sewaktu bedah buku terbitan terbaru…saya sampai geli sekali lihat pak prie berceloteh, padahal saya gak ngerti boso jowo, loh?…(huahaha…padahal bukan pelawak ya pak?)…Saya datang atas undangan pak iLik, sebagai penggiat TDA semarang, berdiri tepat di depan pintu masuk gramedia, pake baju putih dan berkerudung biru….jadi saya bukalah mas-mas..pak…hehe,
Salam, Looking forwart to seeing you, pak de
Jawaban Prie GS (untuk Mas Ihza)
Mas Ihza, menyesal sekali saya kemarin tidak bisa menemani kumpul-kumpul di acara Wedangan. Sudah lama saya ingin ngobrol dengan Mas Bam yang jauh-jauh datang dari Yogya. Padahal tenaga sudah saya hemat. Sehabis pagi saya ceramah untuk Bank Mandiri, rasanya kepala seperti dipaku. ”Inilah penyakit kelebihan duit itu,” pikir saya. Sore saya pikir sembuh, ee ternyata malah nambah belaka. Saya nelpon Mas Bam untuk minta maaf harus menghemat setrum, karena esok pagi saya sudah harus ke Jakarta untuk undangan di JHCC. Kepala masih goyang sebetulnya. Tapi undangan ini sudah saya snaggupi sebelum lalu (dan ini dia: honor sudah ditransfer jauh-jauh hari, banyak pula hahaha….). Ya sudah. Ceramah sambil teler, ngomong suka-suka saya. Untung saya sepanggung dengan penyanyi Reza. Jadi setiap pusing lihat dia. Dan alhamdulillah, tambah pusing jadinya.
Maturnuwun ya Mas Ihza. InsyaAllah nanti kita ketemu.
Mas Prie, saya akan berusaha “mencuri” waktu di tengah kesibukan saya sebagai BU ERTE (tolong dibaca babu rumah-tangga), untuk mengirim kolom-kolom itu ke tempat mas Prie. Soal buku, nyantai saja. Semoga saya segera punya modal untuk membuka usaha di rumah jadi saya punya uang sisa untuk mengkoleksi buku Mas.
Hobby Mas dikelonin sama istri, persis sama dengan hobby suami saya. Itu untungnya menikah ya Mas….
Salam untuk mutiara-mutiara Mas, anak-anak dan istri.
Halo…pak prie…
saya dengar bapak sakit ya?…kemarin saya tunggu2 di warung wedangan untuk kumpul2 dengan teman2 dari jogja dan solo, eh baru di kasih tau trnyata bapak sakit… gemana sekarang pak?…semoga cepet sembuh dan bisa beraktifitas lagi… salam
izha yusmal
http://izhayusmal.wordpress.com
Jawaban Prei GS (untuk Mama Akarangin)
Hai Yuli, wah kamu ini selalu bawa kejutan saja. Bisa nggak ya kolom itu dikirim
lagi ke saya copy-nya saja. Sepertinya saya kangen sekali pada kolom-kolom
lama saya yang saya sudah lupa dan tidak menyimpannya. Saya janji kirim buku
IPUNG tapi belum ya? InsyaAllah. BUku itu dari Republika juga agak telat nomor
buktinya. Lagian tagl 26 saya habis diudang teman-teman BSI di Jakarta
yang sednag HUT ke 20, pulang, masuk ambruk, sampai buka internet saja
nggak sanggup. Inginnya dikelonin istri melulu. Enak sekali!
Salam ya untuk si Kecil.
Prie GS
Jawaban Prie GS (untuk Mas Hikmat):
Pak Haji Hikmat Kurnia, waduh bangga sekali saya mendaapat kunjungan Anda ini.
Hai kawan-kawan, anak muda se Indonesia, saya perkenalkan Hikkmat Kurnia ini
adalah orang yang amat baik hati. Pemilik sekian penerbitan yang dahsyat itu.
Buku saya ”Hidup Bukan Hanya Urusan Perut” adalah terbitan beliau. Judul itu
Mas Hikmat juga nyaris. Terbukti laris hahaha… Dan kini Seri kedua sudah dalam
persiapan. saya beruntg sekali berkenalan dengan orang ini. Kalau tertawa
keras sekali. Ini menandakan hatinya baik sekali. Mas Hikmat, semoga pertemanan
kita berkah dunia akhirat.
Salam untuk anak istri. Saya iri Anda sudha lebih dulu berhaji. Semoga kami susul
segera!
Mas Prie yang baik,
Semoga kabare apik. Kami di Jakarta lagi berharap sekali-kali diparani he..he…
Salam,
Hikmat Kurnia
Hai mas Prie, apa kabar?
Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan kembali klipingan Serambi Budaya tahun 1995an. Di situ ada tulisan dengan judul Manajemen Biarkan Saja yang intinya bahwa suatu keadaan itu mempunyai caranya sendiri untuk menyelesaikan masalahnya masing-masing dan itu terbukti dengan keadaan yang saya alami sekarang.
Meski dalam menunggu keadaan yang sampai sekarang ini melalui proses yang berdarah-darah, tapi ternyata endingnya bisa membuat saya merenung bahwa setiap kesabaran itu ada manfaatnya.
Terima-kasih sekali ya mas Prie, untuk kontribusi Mas dalam hidup saya melalui tulisan Mas…
Salam untuk anak-anak dan ibunya.
Mas Prie yang baik,
Apa kabarnya? Kapan mau mampir ke kantor kami di Jakarta? Sekali-kali bo teman diparanin toh. he..he,,,
salam,
Hikmat Kurnia
Jawaban Prie GS (untuk Kermit)
Hahaha… memang ada sih jenis orang yang sukses lalu masuk bui. Tentu bukan sukses semacam itu yang kubayangkan atasmu.
salam!
Mas Pri… saya sangat setuju dengan jawaban mas pri. saya harus sukses dulu . Tapi doakan ya mas supaya saya tidak masuk bui atau mati ditembak polisi.
Permintaan Maaf Prie GS:
Dalam beberapa hari lalu, web ini over load dan sulit diakses.
Oleh Pak Harmanto, Sang Pawang, sudah ditambah kuotanya.
Mohon maaf dan maturnueun atensi teman-teman.
SembahNuwun, Pak Ustad Prie GS.
Nuwun sewu, punapa saged nyang-nyangan bab ngambung bojo. Menawi kaping sanga punapa pikantuk?
Jawaban Prie GS (untuk Yoyok)
Waduh, masa lalu yang kelam itu jangan kamu ceritakan semua hahaha… Yo wis Yok, andum slamet, Sing tansah eling karo Gusti Allah. Ojo lalu ngambungi bojo sedino ping pitu. Kuwi bakal gawe berkah uripmu! (yen pas ngene iki aku jan mirip ustad tenan!)
Mas Prie yang baik,
Hampir dua puluh tahun lalu peristiwa itu
kalo kita ketemu di Kudus mungkin gak tepat, lantaran saat sampeyan ngecap di Kudus, aku malah lagi pergi.
Bapak yang nyervis Sampeyan sate kerbau, hehe… Setelah itu. baru kita ketemu langsung di Semarang beberapa
kali di pameran orang lain di (dulu) STM Pembangunan dan pameran sampeyan sendiri di (dulu) pojokan GOR Simpang li
Lima.
Satu kenangan yang saya ingat betul bahwa beberapa tahun setelah itu, tanpa sengaja, kita ketemu di sisi
panggung pembacaan puisi Sutardji Calzoem Bachri di Purna Budaya, sama-sama lagi motret.
“Kamu nulis di mana sekarang, Yok?”
“Wis gak nulis lagi, Mas,”
Sepertinya sampeyan ngerundel dengar jawaban itu, aku gak dengar jelas. Namun, yang jelas, mata sampeyan mendelik
seolah menghardik saya untuk tetap setia nulis, hehe…
Karenanya, sampai sekarang aku tetap nulis sesekali, meskipun sebenarnya aku cuma tukang foto, hehe..
Sejak 96, aku jadi fotografer untuk Tabloid Olahraga BOLA.
Sukses selalu, Mas Prie! Salam.
Jawaban Prie GS (untuk Mas Ikhwan Sopa)
Mas Ikhwan, orang sehebat Anda tidak perlu sok rendah hati.
Saya sendiri adalah pengagum Anda!
Swear!
Jawaban Prie GS (untuk Yoyok)
Aduh Yok, di mana kamu sekarang? Kalau tidak salah kita ketemu saat kamu masih SMA saat aku ceramah di Kudus dulu. Hampir sepuluh tahun lalu. Waktu itu kamu sudah keren sekali. Tampangmu mirip bintang sinetron. Tolong kabarkan seluruh keadaanmu sekarang?
Mas Prie,
Maaf Mas aku baru sekarang ngelongok kemari. Walaupun begitu, aku pembaca setia juga tulisan Mas yang di blogspot.
Baca-baca tulisan Mas, aku mbayangin ngopi bareng trus terlarut-larut dengerin ocehan Mas. Mungkin sampe menetes-netes air liur saya. Kapan to Mas, bisa kayak gitu?
Luar biasa Mas, makasih banyak buat semua refleksi yang menghanyutkan dan menentramkan hati.
Salam buat keluarga juga.
Ikhwan Sopa
Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
Jawaban Prie GS (untuk Riri)
Ri, sedih sekali aku melihat usahamu yang gagal itu.
Mungkin saat kamu berminat menontonku di telvisi,
siaranku sudha tak ditayangkan Indosiar. Mungkin
ketika nanti kamu sudah kehilangan minat, acara itu
akan muncul lagi. Begitulah hidup. Ia suka tidak
segaris dengan keinginan. Aku sendiri jarang
kontak ke Indosiar lagi. Tetapi sudahlah. Bayangkan
saja wajahku, kalau kamu kangen hahaha…
Salam!
Jawaban Prie GS (untuk Kermit)
Wah, saya mengerti kemarahanmu. Makanya cepat jadi kuat
dan jadi sukses ya. Jika membaik keadaanmu, kemarahanmu
atas banyak hal akan mereda dnegan sendirinya kok.
Aku dulu juga begitu, ketika kemiskinan sedang
merajalela dalam hidup, semua yang ada di luar jadi
tampak keliru. Kemiskinan dan kegagalan sungguh jahat
sekali dampaknya. Ia sanggup menggerogoti diri sendiri.
Makanya ayo sukses! Kalau sudah, aku dikabari ya!
Salam.
Jawaban Prie GS (untuk Ihza)
Ihza, terimakasih atas kunjunganmu. Saling
menyapa, saling menyemangati ya.
Salam!
Jawaban Prie GS (untuk Mas Adib).
Waduh, kangen aku. Piye kabarmu Mas?
China, saya kira menyimpan kebudayaan yang amat tua.
Kertas ditemukan pertama kali di negeri ini. Penemuan
ini amat filosofis dan simbolis. Ia segera
merombak kultur ilmu pengetahuan. Maka menjadi logis
ketika menuntut ilmu diisyaratkan harus ke negeri
China. Ini juga memuat tafisr ganda. Maka ke depan,
kemenangan sebuah bangsa amat ditentukan oleh
kemenangan kebudayaannya. Dengan budaya itu pula,
seorang Bruce Lee misalnya, bahkan sanggup memaksa orang
seperti Steve McQueen dan James Coburn menjadi muridnya.
Salam saya Mas Adib!
Selamat pagi mas Prie, ini masih pagi sekali. Semalam jam 3, weker saya berbunyi nyaring, dengan mata berat kumatikan weker itu. Kemudian saya pasang TV indosiar. Namun……..lho kok acaranya film asing. Saya paksakan menunggu sekitar 1/2 jam, kok tidak habis juga. Kemudian kusetel weker lagi jam 4 pagi, siapa tahu ada mas Prie di acara ‘penyejuk iman’. Bel weker berdering kembali jam 4, saya bangun memasang TV……….lho,mana ya kok tidak ada mas Prie. Saya tidur kembali, terbangun jam 04.45, pasang TV lagi, lho….malah acaranya kartun anak……lha piye to?? Gagal sudah keinginan melihat mas Prie. Sekarang saya masih ngantuk, tapi tak sempetin nulis e-mail dulu. Salam, Riri.
Mas, kemaren aku ke kantor SM pandanaran pengen ngiklan kecik. setelah masuk ke dalam aku celingukan sebentar (soalnya baru kali ini aku masuk kantor SM). Aku memperhatikan karyawan di ruangan itu (sambil ndlongop). Asem, Kukrit piter tenan nglumpukke cah ayu. Tiba-tiba ada rasa cemburu dengan apa yg dimiliki kukrit. Enak betul dia. Hanya dengan modal warisan dia bisa memiliki semuanya.
tidak cukup sampai disitu. pikiran dan perasaan cemburu saya melebar ke para penentu dan pengampu kebijakan negeri ini. saya tiba-tiba menjadi sangat benci dengan mereka. Korupsi dan segala macam kecurangan terjadi hampir di setiap level kekuasaan. seandainya saat itu saya punya kemampuan dan kekuatan. Tapi sayangnya saya hanya kurcaci. Mau tidak mau saya harus tahu diri.
Untuk itulah Saya sangat berharap segera terjadi revolusi di negeri ini. Karena upaya perubahan dengan cara konvensional sepertinya sudak tidak lagi efektif. Negeri ini semakin tidak seimbang.
Enaknya gimana ya mas supaya Indonesia bisa secepatnya seimbang, sehingga jarak si miskin dan si kaya tidak terlalu lebar?
it’s ok miskin, selama tidak dimiskinkan. Karena saya juga tidak mau jadi kaya kalau dengan memiskinkan orang lain.
Enake piye mas?
Assalamu’alaikum, pak prie
Salam kenal dari junior TDA semarang yang butuh banyak bimbingan.
Senang sekali bisa menemukan web yang menyenangkan untuk dibaca berkali2…:)…
Salam hormat, wassalam
izha yusmal
Salam kangen,
Mas Prie apa kabar…? menurut mas prie apa saja yang perlu saya pelajari dari China, kalau ada hadits Nabi yang mengatakan belajarlah sampai ke Negeri China.
Salam kangen dari China mas Prie….
Adib M
Jawaban Prie GS (untuk Riri)
Hai Ri, bener, aku linglung baca suratmu. Bisakah
kamu nulis yang lebih ruwet dari itu?
Jawaban Prie GS (untuk Ari)
Ari, terimakasih atas kunjunganmu. InsyaAllah, suatu
hari nanti kita ketemu. Iya tuh, kadang-kadang habis
seminar, ceramah atau sekadar membual sana-sini,
habis sok nyemanagatin orang begitu, aku sering
mual dan muntah-muntah hehehe… (ini serius). Mungkin
seluruh semangatku sudah ke orang lain dan aku
sendiri nggak kebagian. Doamu ya Ri!
Salam.
Buat Ari,
Jangan pesimis begitu…..please dong ah…..he he. Mas Prie, itu siaran di Indosiar hari jumat dan sabtu jam 3 pagi itu maksudnya apakah jumat setelah jam 12, atau kalau sabtu yaitu jumat-nya setelah jam 12?? Ribet ya mas? Tapi kalo dipikir kan jumat sabtu subuh itu ya ….kamis setelah jam 12 malam dan jumat setelah jumat malam?? Waaah, kalo begitu aku kelewatan dong?? Semalam ga bangun lupa pasang weker, tapi mudah2an saja sabtu hari ini setelah jam 12 malam, atau minggu subuh begitu??? Ha ha…ribet banget ya mas Prie soal waktu ini, tapi……semoga perkiraan saya betul walaupun ‘benar’ bahwa sabtu subuh itu tadi malam (jumat setelah jam 12 malam), ha ha….pusing lagi kan ngebayanginnya….??? Oh ya mas Prie, sampeyan jangan keluar dari smart fm, tidak boleh !!!
Assalamualaikum Mas Prie
Saya sedang mendengarkan acaranya mas pri ini tapi sudah selesai ,
Saya pengin sekali ketemu Mas Pri - Penasaran juga - tapi belum ada kesempatan dan keberanian - karena Mas Prie khan sudah terkenal dan sibuk - tapi suatu saat saya percaya pasti ada waktu ketemu Mas PRi
Saat ini Mas pri banyak memberi semangat para pendengar di smart fm setiap jumat tapi saya juga kawatir kalo nanti Mas Pri tidak ada apa ada yang sudah siap menggantikan posisi Mas Pri ?- pasti banyak yang kehilangan ya , tapi saya berharap Mas Pri akan tetap ada sampai orang - orang cukup teguh dan sudah dapat saling meneguhkan satu sama lain ( jiwa Mas PRi sudah bersatu dengan kami semua ) saja . Amin
Semoga Allah membalas segala niat upaya dan hasil yang telah Mas Pri berikan kepada kami semua sampai saat ini . Amin
salam hormat
Jawaban Prie GS (Untuk Riri)
Ri, Novel Ipung haru-hari ini baru beredar di Jabotabek. Novel ini memang bertokoh ABG, tetapi ia tidak saya persepsikan sebagai novel remaja. Saya tulis sekitar 10 tahun lalu, dan seluruh konflik masa remaja saya pecah di situ. Saya gembira pada teman-teman di Jabotabek yang telah mengirim responnya baik ke email maupun ke HP saya (karena di buku itu, atas permintaan penerbit memang mencantumkan keduanya). Cepat sekali respon-respon itu antara lain dari teman-teman IPB, UIN, STAN dll (sekalian minta izin testimoni mereka akan saya sertakan pada cetakan IPUNG berikutnya). Saya takut novel ini benar-benar best seller. Maka saja awal saya sudah menyiapkan diri hehehe… (nafsu ya!)
Salam:
Prie GS
Hallo mas Prie, aku belum baca IPUNG, lagi posisi ‘wuenak ‘ nih, malas keluar rumah. Jadi sampeyan nulis novel juga ya? Lengkap dah, penulis novel, kartunis, penulis naskah , pembicara ‘refleksi’, penyejuk hati…..(hati saya dan hati yang lainnya) he he…….
Sampeyan sudah menjadi milikku dan milik orang orang lain he he, ya sudah, pokoknya maju terus ya mas, salam untuk keluarga. Oh ya, kok saya disamakan dengan IPUNG sih? saya ini sudah dewasa lho, sedangkan kalo di lihat dari namanya, IPUNG itu masih ABG???? Wis nanti tak baca novelnya, tapi kalo nanti dia ndak sama dengan saya gimana?? Mas Prie saya denda kasih buku saya gratis lho……
Lha kalau mas Prie berhenti menulis terus kerjaanku update web ini hilang dong .. wah hati2 mas, nambah pengangguran lho .. dan nambah orang stress terutama yang biasanya terhibur dengan tulisan mas Prie jadi kehilangan obat stress.
Salam perseduluran …
Harmanto
Jawaban Prie GS (untuk Faiz):
Mas Faiz, bagi saya, Rossi boleh menang boleh kalah, tetapi ia tetap Rossi.
Rendra boleh tidak a lagi menulis puisi, tetapi ia sudah kepalang jadi Rendra. Ebiet tak pelru lagi bernyanyi, ia sudah menjadi Ebiet. Lhaa kalau Prie GS berhenti menulis, itu baru gawat. karena bisa kehilangan rezeki hahaha…
Salam!
Pak Prie… Rossi kalah. Kalo nomor dua mending, ini nomer lima. Gimana pak Prie? masih tetep berhenti nulis kalo pembalap kriting ini beraksi atau sudah ga peduli lagi? Ah mungkin saatnya mendukug Lorenzo kali ya…
Jawaban Prie GS (untuk De)
De, blogmu keren abis ya, sufiborjuis. Ya kadang, untuk sehat, penting memelihara kesintingan-kesintingan kecil seperti itu.
Salam!
Jawaban Prie GS (untuk Riri)
Hehehe kamu ini ada-ada saja. Baca novel terbaru saya ya, IPUNG. Kelakuannya mirip kamu! Semoga sudah ada di Gramedia minggu-minggu ini!
Jawaban Prie GS (untuk Arinova):
Ari, terimakasih kunjunganmu ya. Terimakasih doanya. Segera saya mampir ke tempatmu.
Salam kenal kang Prie..
pertama liat kang Prie, di Ikip PGRI acara bedah buku “nyanyian Cita” yang disele
nggarakan PW.IPPNU Jawa Tengah. saya mulai “berkesan” dengan kang kang Prie, ketika terbias
a membaca Cempaka tiap kamis. saya banyak belajar, dan berobsesi mengekpresikan “segala uneg’ saya dalam blogspot saya di SufiBorjuis.blogspot.com
terima kasih.
Aduuuuh mas Prie, mendapat jawabannya saya bagaikan ikan yang terlempar ke darat sesaat tapi terus kecemplung lagi di kali he he…segaaar lhoo. Waduh mas Prie piye to, masak acara sendiri ndak mau liat, kenapa? Yah sekali sekali liat dong…..meski jam 3 pagi he he, masa orang lain aja nonton kok mas Prie tidak….maap ya, bercanda. Emang sih, pasti ngantuk. Dan saya baru tahu kalo indosiar itu ternyata masih siaran sampai pagi begitu, kapan kapan saya liat ah…….tenan lho mas, saya exited ingin lihat, nanti ya saya lapor kalo sudah lihat.
waduh… saya kok ketinggalan yang satu ini
salam kenal Mas Prie, saya ini salah satu penikmat karya anda, semoga panjang umur.
Silahkan mampir ke tempat saya Mas,
![]()
Jawaban Prie GS (untuk Tri Priyono)
Syukurlah kalau kamu mau nggambar tanpa honor. Nanti kalau aku sudah punya tanah kukirim kabar. Aku ingin menulis sambil bertani. Pasti asyik sekali!
Jawaban Prie GS (untuk Riri)
Ri, maaf ya telat mbales. Benar Ri, saya memang masih ada di Indosiar jumat-sabtu, pukul 03.00 dinihari. Tapi saya sendiri belum pernah menontonnya. Kalau tidak salah saya sudah rekaman gambar sampai sekitar 30 episode. Selain malu melihat akting sendiri juga itulah jadwal yang hanya mungkin ditonton oleh orang-orang beriman sepertimu hehehe… Salam ya Ri, terimakasih atas kunjunganmu di Web ini.
Amien…Doakan saja Om…saya jadi arsitek yang dapat bermanfaat bagi banyak orang, lebih-lebih untuk negeri Indonesia ini.
Soal saya yang mengarsiteki rumah Om, itu suatu kehormatan bagi saya.
Soal honor saya pribadi membagi 2 kelas, yaitu kelas profesional seperti Romo dan kelas darma yang sama skali saya tidak akan meminta honor apapun, namun keduanya mempunyai kualitas yang sama tanpa pilih kasih dalam merancangnya…Itu memang prinsip awal dari saya, Om Prie…Gmn Om Prie pendapatnya???
Soal pertanyaan yang Om Prie selalu jawab,ini perlu diralat, karena perasaan ada pertanyaan saya yang belum Om Prie jawab sampe sekarang, malah saya dibilang manja sama Om Prie…Hakhakhak
Salam Bahagia
by Tri “PRI” yono
Arsitektur 03 UNLAM
Banjarbaru/Banjarmasin
Lho mas Prie, kok saya belum dibalas? Sibuk ya? Wah….kalau sudah tambah terkenal dan sibuk jangan lupa sama kita kita yang kirim e-mail ya mas. Ok, saya tunggu dg setia dan agak tidak sabar jawabannya,mudah mudahan mas Prie cepat nongol lagi di sini he he…
Salam kenal mas Prie, saya baru sekali ini mencoba memberi comment, semoga comment saya ini sampai. Saya ingin bertanya benarkan mas Prie ada di indosiar hari jumat dan sabtu jam 03.00 malam? tolong di jawab. Kalau memang benar, lumayan nanti sekali waktu saya ‘nglilir’ di subuh hari kan lumayan bisa lihat wajah mas Prie, sekalian dapat pencerahan. Terima kasih. Riri.
Jawaban Prie GS (untuk Tri Priyono):
Tri, tidak cuma kamu, saya adalah penganggum Romo Mangun. Karya arsitekturnya memenui seluruh rasa artistik saya. Sayang, saya tidak diberi kesempatan oleh nasib untuk memiliki rumah dengan rancangan beliau seperti Arief Budiman misalnya. Oya, belum lama ini, saya satu seminar dengan Arief saat ia, waktu itu cuti mengajar dari Australia. Saya tanyakan kepadanya, bagaimana dulu bertransaksi dengan Romo Mangun. ”Oo beliau minta honor kok. Profesional. Dan mahal,” kata Arief. Saya hormat sekali pada pilihan ini. Romo pasti tidak mata duitan,tepai soal penghargaan terhadap karya, beliau berani saja. Harus! Oya, saya memang agak kesepian dengan wajah arsitektur kita dewasa ini. Kota-kota berkembang menjadi asing dan saya sulit menikmati.Sepi human-interest menurut saya. Semoga kamu jadi arsitek yang matang dan tua ya. Dan buatkan kelak desain rumah di tanah saya. Tapi soal honor jangan mahal seperti Romo Mangun. Malah kalau bisa gratis saja. Sebagai barter atas pertanyaanmu yang selalu kujawab di rubrik ini hahaha!
Salam!
Oke…Om Prie, InsyaALLAH saya cari ntar d Gramedia….
O…Iya Om, Klo nga salah waktu acara refleksi, Om Prie pernah cerita tentang Romo Mangunwijaya…Saya juga sebagai fans beliau, karena selain sebagai budayawan, beliau juga saya pandang sebagai “Bapak Arsitekturnya Indonesia”
Banyak karya-karya beliau yang mendapat penghargaan dari dalam maupun luar negeri…Satu contoh adalah proyek Kali Code di Yogyakarta…Karya-karya beliau “membumi Indonesia” sekali, tidak seperti karya-karya arsitek sekarang yang lebih suka plagiat/menjiplak karya arsitektur barat yang jelas-jelas tidak sesuai dengan arsitektur Indonesia.
Gmn menurut Om Prie???
by Tri “PRI” yono
Arsitektur 03 UNLAM
Banjarbaru/Banjarmasin
Jawaban Prie GS(untuk Mas Bambang Triwoko)
Wah iya, waktu itu saya cuma mendengar cerita Ilik kalau Mas Bam sedang bertausyiah untuk anak-anak TDA. Oya, Warung Wedangan milik Ilik baru saja terbakar Mas. Tapi untunglah, Ilik malah cengengesan. Sehari setelah kebakaran saya baru sempat nengok warung itu. Nyaris ludes, tapi hebatnya anak-anak tetap sepakat jualan di hari itu juga, di tengah puing. Ini benar-benar warung etos! Anak-anak itu terlatih untuk memberi sedikit ruang saja pada penderitaan. Saya bilang pada mereka, kebakaran warung ini malah saya tatap dengan rasa iri. Karena saya agak percaya mitos, siapa yang kebakaran akan tambah kaya. Saya khawatir mitos ini benar!
Salam Mas Bams!
Membaca ataupun mendengar refleksi mas Prie selalu sejuk dan menggelitik hati.
Ampun mas Prie, saya tidak sowan ke rumah ketika Gathering TDA di Semarang.
Saya malah cengengesan dengan dimas Ilik sAs di Pedurungan.
Semoga dalam waktu dekat bisa silaturahmi panjenengan di Semarang.
Salam hormat,
Bams Triwoko @ Jogya
Jawaban Prie GS (untuk Agung):
Hai Agung, terakhir saya dari Surabaya awal Januari lalu, ceramah untuk Telkomsel. Saya masih di Indosiar kok tiap jumat dan sabtu Tapi saya jamin kamu tak mungkin menontonnya karena disiarkan jam 03.00 WIB hehehe…
Oya, buku saya ada tiga yang terbit baru.
1. Hidup Bukun Hanya Urusan Perut
2. The Great Spirit
3. IPUNG (novel motivasional keluarga). Novel ini karya sastra saya sepuluh tahun lalu yang diterbitkan ulang Republika.
Salam yaa!
Halo Mas Prie,
Saya penggemar Anda dari Surabaya.
Saya suka buku-buku Anda, yang isinya, memberi
banyak kesadaran diri.
Oh iya, sekarang kok tidak muncul lagi di Indosiar?
Saya suka penampilan Anda di tengah yang memberikan
sesuatu yang lain. ”Tausiyah” Anda mudah dicerna.
Kapan jadi pembicara di Surabaya?
Jawaban Prie GS (untuk Faiz):
Di zaman lalu, penyair Chairil Anwar pernah berkata agak keras: ”Yang bukan penyair, jangan ambil bagian!”. Konteksnya ialah, Chairil mengritik jenis-jenis puisi yang buruk, yang menurut dia dikerjakan oleh yang bukan ahlinya. Kita tahu, kemampuan Chairil dalam soal mengolah kata memang mendekati jenius. Maka ia merasa berhak marah ketika seseorang yang tidak ahli bekata-kata mengaku bisa mengolah kata. Dalam satu hal, Chairil benar sekali: biarlah setiap urusan cuma dikerjakan oleh ahlinya. Di negara maju, bahkan tukang cat tembok saja punya lisensi. Tapi dalam soal lain, anjuran Chairil ini boleh tidak berlaku: siapa saja boleh ambil bagian! Maka kini kita bisa melihat, bahkan siapa saja bisa menulis buku laris sepanjang isinya memang dibutuhkan publik. Jadi ada kekatan isi, ada kekuatan bentuk, dan ada kekuatan isi sekaligus bentuk. Lalu di manakah posisi Anda di antaranya ketiganya? Mau kuat di isi saja, boleh. Ada tempatnya. Mau di bentuk saja, boleh, juga ada tempatnya. Mau kuat di isi dan bentuk, naaa, ini memang seyogyanya. Jadinya sederhana, jika Anda ingin menulis sebagai profesi, ya harus kuat dalam isi dan bantuk. Tapi menulis cuma sebagai kegembiraan bereskpresi, boleh saja, suka-suka Anda. Gembira saja. Jika tak ada yang mau menerbitkan, terbitkan sendiri. Jika tak ada yang baca, baca sendiri! Begitulah kira-kira ringkasnya!
Jawaban Prie GS (untuk Tri Priyono)
Oya, yang dibaca jumat malam kemarin itu SMSmu ya? Waduh, tau begitu saya tak suruh bacara hehehe…
Boleh saja nulis refleksi di rubrik ini. Nanti biar dibuatkan khusus di ruang ”Refleksi dari Sahabat” oleh pawangnya web ini Pak Harmanto. Sepertinya menarik juga. Oya Tri, buku terbaru saya sudah terbit lagi, kali ini oleh penerbit Repulikka dua judul sekaligus. Yang satu adalah The Great Spirit (isinya kumpulan refleksi ini juga) dan Novel Motivasional yang saya tulis sekitar 10 tahun lalu. Judulnya IPUNG. Ini nama anak muda yang jelek tampangnya, kurus kering, kumal tapi amat pintar membuat seluruh manusia mencintainya. Beli ya, jangan pinjam!
Salam!
hahahaha……saya manja nie yeee…..
Om Prie…Saya seneng sms saya dibaca ma mba/tante/bule’
Santi malam sabtu kemaren…Banjarbaru itu di KalSel,bukan Banjarmasin…hehehe…Bener Om Prie saya salut ma aA’ Gym dengan konsep itu yaitu kesuksesan adalah cobaan….Saya juga tertarik ama statement Mas Erbe Sentanu dalam bukunya Quantum Ikhlas, bliau bilang kalau kita hidup bukan kesuksesan yang dicari tapi kebahagiaan….Gmn menurut Om Prie….???
O…iya saya punya rencan pengen nulis refleksi juga di rubrik ini….Boleh kan Om…???hehehehe
Salam Bahagia..
by Tri “PRI” yono
Arsitektur 03 UNLAM
Banjarbaru/Banjarmasin
Jawaban Prie GS (untuk Hans Lim)
Hallo Mas Hans, salam kenal juga. Terhormat saya atas kunjungan Anda di web ini. Oya, Sketsa Indonesia memang pernah dilamar oleh hampir seluruh stasiun televisi, baik yang lewat Smart maupun lewat saya sendiri. Tapi sejauh ini, Smart memang belum ada rencana untuk melepasnya sebagai acara televisi. Senang juga saya dengan pilihan sikap itu, karena radio berhak punya martabat dan kebanggaannya sendiri. Walay saya tetap menyimpan keinginan melahirkan komedi televisi, di suatu hari kelak. Tapi ya tak perlu buru-buru, karena sebuah kelahiran memang harus menunggu waktu. Mohon doanya saja Mas Hans.
Salam!
Jawaban Prie GS (untuk Cucuk Pujiastuti):
Hai Cucuk, kapan kamu ke Palembang? Oya, tengah bulan ini insyaAllah aku juga ada undangan ke kota ini. Diundang sebuah lembaga pendidikan. Tapi sebetulnya senang juga lho, tidak banyak orang tahu seluruh kegiatanku. Nggak enak juga kalau terlalu terkenal hehehe… Tapi kalau kamu terpaksa tahu kan bukan salahku. Terimakasih ya Cuk atas kunjungammu ke web ini. Tambah satu lagi saudaraku!

Kabar dari Prie GS
Dalam perjalanan ke Komnas HAM Jakarta, dari bandara belum lama ini, saya menghibur diri dengan mengajak bercanda sopir taksi. Para sopir itu, sesungguhnya adalah pihak yang sangat ingin berkata-kata di sela penatnya, tetapi ia pasti cuma berani menunggu. Maka ketika ia kita ajak bicara, seluruh kerinduannya tertumpah sempurna. Dan banyak sekali rahasia negeri ini yang dimiliknya, yang baru bisa bocor ketika kita mau mengajaknya bicara. Bukan soal rahasia itu yang ingin saya bicarakan, tetapi lebih pada ketika kami berdua menghibur diri dengan cara semamcam ini:
Kebetulan di sebuah kemacatean kami berdampingan dengan mobil yang besar dan mewah sekali. ”Pernahkah Anda membaeyangkan punya mobil semwah ini?” tanya saya. Sopir ini tergelak keras sekali. Ketika meleweti aneka arumah mewah di kawasan Menteng, saya kembali bertanya kepadanya, apakah pernah ia membayngkan punya rumah sebesar ini? Sopir ini kembali terpingkal-pingkal.Tawa ini cuma mengindikasikan satu hal; bahwa sopir ini, karena merasa cuma seorang sopir, telah terbiasa membatasi fantasinya sendiri. Dan ketika kami berpisah, ia berjanji akan membayangkan apa saja yang ia mau dan sukai. ”Berfantasi tidak membuat Anda ditangkap polisi,” kata saya menyemangati!